Minimarket Berjaya di Pasar Ritel

Hingga medio 2017, minimarket terus berjaya di pasar ritel. Di produk minuman, minimarket menguasai transaksi (value share) sebesar 64%. Sementara pada produk perawatan bayi menguasai transaksi 61%, produk perawatan rumah 55%, dan perawatan diri 61%. Penguasaan tertinggi terjadi pada produk kesehatan sebesar 69%.

Dominasi transaksi minimarket ini sejalan dengan bertambahnya gerai format ini. Para pelanggan dapat mengakses minimarket secara cepat karena lokasinya dekat tempat tinggalnya. Faktor kedekatan ini memicu para pelanggan secara ajeg belanja ke minimarket.

Pertumbuhan minimarket bak jamur di musim penghujan. Badan Pusat Statistik (2014) melaporkan jumlah minimarket ada 11.468. Awal 2016, gerai Indomaret sudah mencapai 12.100, sedangkan Alfamart tercatat 11.115 per Juni 2016.

Minimarket tumbuh rata-rata 15,5% per tahun, angka itu lebih cepat dibandingkan dengan supermarket atau hypermarket. Rasio kunjungan pelanggan minimarket dan supermarket terus melebar, pelanggan berkunjung ke supermarket untuk mencari barang-barang yang tidak mereka temukan di minimarket.

Manisnya kue penjualan di minimarket seharusnya mampu memicu para pelaku ekonomi untuk menciptakan variasi dan keragaman produk. Mereka dapat menjual produknya di minimarket tanpa harus berurusan dengan rumitnya administrasi pengadaan barang ala supermarket. Bahkan, produsen dapat membangun kolaborasi usaha dengan penyedia jasa minimarket untuk memastikan produk mereka mendapatkan ruang display yang strategis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *