GUI Belajar Pada Mahaguru Wirausaha Sosial

Bill Drayton dikenal sebagai mahaguru di bidang kewirausahaan sosial. Lewat jaringan fellow Ashoka, Bill menyemai ribuan wirausaha sosial yang tersebar di ratusan negara. Di Indonesia sendiri tercatat ada 180 fellow Ashoka.

Pada pertengahan Juni 2017, Bill Drayton berkunjung ke Indonesia untuk berbagi inspirasi tentang wirausaha sosial. Direktur Eksekutif PT Gedhe Ultimate Innovation, Yossy Suparyo, berkesempatan mengikuti coaching training bersama Bill Drayton, Selasa (13/6), di Wisma Hijau, Mekarsari, Depok.

Bagi Bill, inti wirausaha sosial adalah perubahan sosial. Kewirausahaan sosial menggabungkan kecerdasan berbisnis, inovasi, dan tekad untuk maju ke depan. Wirausaha sosial melihat masalah bukan sekadar peluang untuk membentuk sebuah model bisnis baru, tapi juga bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar.

Para wirausahawan sosial bekerja tak hanya mencapai keuntungan materi ataupun kepuasan pelanggan, melainkan bagaimana gagasan yang diajukan dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat. Mereka yang bergerak di dunia wirausaha sosial harus siap menjadi pembuat perubahan (changemaker).

Bill juga menjelaskan laju perubahan sosial berlangsung cepat mengacu pada deret eksponensial (perkalian pangkat). Karena itu, bila kita masih bekerja dengan cara repetisi, mengulang-ulang cara kerja generasi sebelumnya, maka akan tertinggal jauh, tak mampu menjawab persoalan zaman.

Untuk itu, dunia ini perlu paradigma baru tentang proses tumbuh dewasa. Menurutnya, orang harus memiliki keterampilan sosial yang diperlukan sebagai agen perubahan yang sebelum umur 21 tahun. Keterampilan inti sebagai agen perubahan antara lain empati, kerjasama tim, percaya diri, kepemimpinan tim, dan menciptakan perubahan (changemaking).

Para wirausahawan sosial menjadi kekuatan korektif yang mampu mengubah sistem. Wirausahawan sosial bukan sekadar mengikuti sistem ekonomi yang baku, tapi fokus pada komitmen untuk menciptakan kreasi dan inovasi demi mencapai kemaslahatan bersama.

Ashoka berkomitmen menjadi rumah bersama bagi para wirausaha sosial di pelbagai belahan dunia. Bill Drayton dan Yossy Suparyo tergabung dalam keluarga besar Ashoka. Yossy Suparyo terpilih sebagai fellow Ashoka pada 2016 berkat kerja kerasnya mengembangkan teknologi informasi di dunia perdesaan.

5 Balasan untuk “GUI Belajar Pada Mahaguru Wirausaha Sosial”

  1. Membentuk agen perubahan di masa usia sebelum 21 tahun.
    Tentu akan sangat efektif jika hal tersebut bisa banyak tercapai di indonesia, khususnya pedesaan karna pedesaan adalah tempat yang sering kali luput dari pengawasan dari pemerintah, iklim yang terbangun di pedesaan pun masih sangat primitif, sekolah hingga SMA, saat lulus kerja seadanya, itulah iklim yang terbangun.
    Membentuk agen perubahan untuk merubah iklim tersebut, dari analisa saya berarti harus di lakukan pengembangan mental dari awal, dari masa jenjang pendidikan setara SD atau SMP harus dilakukan pendampingan secara intensif dan tersistem.

  2. Sangat luar biasa. Menggerakkan ekonomi di pedesaan saat ini menjadi lebih mudah dengan hadirnya para terdidik di desa yang menggunakan kecerdasannya untuk membangun masyarakat ekonomi pedesaan. Misalnya dengan menciptakan pekerjaan kreatif yang bernilai ekonomi sehingga memberi dampak kesejahteraan. Seperti yang dilakukan oleh tim tas kertas yang tidak memiliki mesin raksasa untuk membuat paper bag, tapi mengandalkan penduduk untuk bekerja diwaktu luang dengan santai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *